HUT KOTA BATU KE 73

20180825_142410              Sabtu (25/08) ada sebuah kegiatan yang mengundang jutaan mata manusia .Di mana Kota batu melakukan kegiatan tahunan dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke 73.Dilaksanakan karnafal yang diikuti oleh 19 desa dan 5 kelurahan se kota Batu.dengan menggunakan Visi dan misi “Desa berdaya Kota berjaya”,Di era pemerintahann Dewanti Rumpoko yang lebih akrab di sapa BUDE ini,Pemerintah Desa Sumberejo tidak mau kalah dengan menampilkan Potensi-potensi wisata pertanian petiksayurnya dan aneka hiburan masyarakat yang di  mulai dengan menampilkan tarian daerah Sanduk yang identik dengan Kota Wisata Batu.

20180825_143023Di kesempatan ini juga di tampilakan kesenian pencak silat yang merupakan warisan budaya Nusantara yang sudah mulai punah di mata pemuda yang dirasa sudah milenial ini.Tak lupa Walikota Batu turun secara langsung dan mengapresiasi dengan setingi-tingginya,,bahwa meskipun usia sudah senja masih semangat dan terus melestarikan warisan budaya lokal ini.

Dalam kesempatan ini Pemerintah desa Sumberejo Menampilkan kurang lebih 400 warga masyarakat yang terdiri dari Gabungan kelompok tani,para pengiat keseniaan lokal,para pemuda dan forum anak,Serta ibu tani yang tidak mau kalah dengan yang berusia masih muda-muda.

Dimana diharapkan di tahun kedepan kegiatan seperti ini dapat di lakukan dengan lebih meriah dan lebih spektakuler lagi serta lebih baik lagi di tahun tahun kedepannya.

serta semoga dengan kegiatan ini dapat lebih mempromosikan desa dan lebih mengenalkan lagi tentang kearifan budaya lokal dan potensi desa yang dimiliki di masing masing wilayah desa dan kelurahan. Continue reading “HUT KOTA BATU KE 73”

20180711_101329[1]Rabu, 11 juli 2018 Desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu.Kedatangan Tamu dari luar Kota guna dilaksanakan pelatikan pemberdayaan tepatnya dari Kabupaten Provinsi Sulawesi Tenggara.

Yang mana dalam kesempatan ini hadir dalam acara adalah Bapak Abu Sofyan dari BKM kota batu,juga hadir Bapak Winardi selaku kasi Kesra Kecamatan Batu serta Drs Riyanto selaku Kepala Desa Sumberejo.Dalam acara ini di ikuti oleh 30 dari Unsur LPMD berasal dari Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Konawe Selatan dari provinsi Sulawesi Tenggara.20180711_122926[1]

Kegiatan ini cukup interaktif dimana antara Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Konawe Selatan saling beradu argumen yang sifatnya saling melengkapi dan menambah perbendaharaan dalam melakukan Pemberdayaan Masyarakat.

Kegiatan ini juga di hadiri dan di fasilitasi oleh Balai Besar Pemerintahan Desa yang di wakili oleh bapak Naswir Darmansyah S.H ,Msi.20180711_095523[1]

Dalam sambutannya Kepala desa Sumberejo Sangat mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta ini dan berharap ini dapat menjadi embrio dan saling tukar informasi dan pengetahuan yang di mana diharapkan nantinya akan membawa dampak yang positif.

Bapak Abu Sofyan selaku Kepala BKM Kota Batu menyambut dengan baik baik dan ini bisa digunakan sebagai sarana promosi Kota Wisata Batu yang mana notabene sebagai Kota Wisata yang sangat indah dan memiliki sejuta pesona.Kegiatan ini seiring dengan visi dan misi Ibu Walikota Batu Dewanti Rumpoko “Desa Berdaya Kota Berjaya”

Hal serupa di sampaikan oleh Kepala Balai Besar Pemerintah Desa dimana beliau menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak Pemerintah Kota dan Pihak Pemerintah Desa yang sudah berkenan memfasilitasi Kegiatan ini semoga kegiatan ini di tahun tahun kedepan bisa dilaksanakan lagi sehingga banyak mendapat manfaat lagi dan lebih mampu memberdayakan masyarakat.20180711_122910[1]

Menurut Slamet salah satu peserta Kegiatan ini mengatakan “ Kegiatan ini sangat positif sekali,dan semoga paling tidak kita dapat menimba banyak ilmu dari Desa Sumberejo dan dapat kita tularkan di Tulungagung .Semoga kegiatan ini tidak Cuma untuk sekali ini saja,tapi di tahun kedepan bisa di adakan lagi”tandas pria berkaca mata ini yang merupakan salah satu peserta dari Kabupaten Tulungagung.20180711_104223[1]

Kegiatan ini berakhir pada pukul 13.00 yang kemudian dilanjutkan pergi ke Selecta guna membuktikan perkataan dari Bapak Abu Sofyan. Wiwik Indah (koordinator Provinsi Sulawesi Utara) mengatakan “Kita buktikan dong … apa yang tadi dikatakan P kepala Dinas Tadi…Heheheh” uangkap beliau sambil tersenyum malu.

Pelatihan Teknologi Tepat Guna Hidroponik

Senin (23/04/2018) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur mengadakan “Pelatihan Teknologi Tepat Guna Hidroponik” yang diadakan di Hotel Montanajua Malang selama 5 hari (23-27 April 2018). Pada Pelatihan kali ini Kota Batu menunjuk 10 remaja dari Desa Sumberejo untuk menghadiri “Pelatihan Teknologi Tepat Guna Hidroponik”

Pelatihan Teknologi Tepat Guna Hidroponik ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari Kota Batu, Blitar, Mojokerto, dan Probolinggo. Dalam kegiatan ini peserta diajarkan bagaimana cara merakit hidroponik, cara membuat nutrisi hidroponik, dan cara menanam hidroponik. Dari pelatihan ini peserta diharapkan untuk bisa memproduksi sayur sehat tanpa pestisida, dan jika produksi melimpah akan bisa dijual. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran dapur. Dan jenis sayuran yang dapat ditanam untuk hidroponik ini meliputi sayur kangkung, sawi, bayam, dan selada.

GEMBONG SINGO CILIK (GSC)

Gembong Singo Cilik(GSC) adalah Kesenian Tradisional Singa Liar Barongsai asal Desa Sumberejo tepatnya RT.02 RW.4 Dsn.Santrean Ds.Sumberejo Kota Batu. Kesenian GSC ini dipimpin oleh Bapak Sucipto, beliau sangat mencintai seni. Dulunya Bapak Sucipto ini juga tergabung dalam Kesenian Pencak Silat. Lalu beliau ingin membuat kesenian baru dengan membentuk GSC ini. Anggota dari GSC ini adalah pemuda-pemuda dari desa sumberejo sendiri, mulai dari anak SD,SMP,SMA hingga Pemuda yang belum menikah. Untuk Penampilan dari SGC ini biasanya ketika ada panggilan perorangan atau undangan dari event Kota Batu, dan GSC ini sudah pernah tampil di acara APEKSI Ke-14 (17/4/18) kemarin.

Bapak Sucipto sendiri mendirikan GSC karena mempunyai misi yakni mengajak para generasi muda untuk mencintai kebudayaan lokal, dan membina sebaik-baiknya agar tidak terjerumus oleh hal-hal negatif seperti terlibat dengan Narkoba, Miras, dsb. Beliau tidak mau anggota dari GSC ini terlibat dengan hal tersebut, nantinya akan membawa nama buruk dari kesenian, terutama kesenian di Kota Batu.

Dan pada malam hari nanti (25/4/18) GSC akan tampil untuk desa nya sendiri yakni Desa Sumberejo pada pukul 19.00 WIB di dusun Santrean dalam rangka acara “Persemian Punden” , Jangan lupa saksikan ya guys! Dan pantau terus jadwal main GSC di Instagram @gembong_singocilik

Bakti Sosial dalam Rangka Isra Mi’raj

Sabtu (14/04/2018) diadakan acara bakti sosial dalam rangka Peringatan Isra Mir’aj Nabi Muhamad Saw yang mengangkat tema “Meraih Kesolehan Sosial dengan Saling Berbagi”. Acara ini dilaksanakan di Mi Alam Luqman Al-Hakim yang terletak di Jl.Indragiri Gg.6 No 78-80 Desa Sumberejo, Kota Batu. Acara ini merupakan agenda tahunan, pada kali ini berlangsung satu hari saja. Untuk perencanaan dilakukan kurang lebih selama 2 bulan.Panitia mencari dana untuk bakti sosial ini dengan cara mencari sponsor dan dana dari wali murid. Untuk sasaran dari bakti sosial ini adalah murid dari MI Alam Luqman Al-Hakim yang kurang mampu dan murid MI/SD se-Kota Batu.

Dalam rangkaian acara pada kali ini Panitia mengadakan khitanan massal dan family gaterhing antara siswa, orang tua dan pihak sekolah dengan mengadakan acara jalan sehat dan bazzar. Harapan kedepan panitia “semoga MI Alam semakin bermanfaat bagi warga sekitar dan warga Kota Batu pada umumnya, biar ada Kesolehan sosial dengan berbagi” ujar Ustad Rudi Handoko (Ketua Panitia).

Berhenti Bertani, Tanaman Polybag Jadi Solusi

Bapak Sukandar telah berhenti bertani sejak 6 tahun yang lalu karena sakit paru-paru nya. Akhirnya beliau memtutuskan untuk mencari penghasilan yang lain dengan cara membuka usaha budidaya tanaman berpolybag. Kenapa tanaman berpolybag? Karena perawatannya cukup mudah dengan cara mengompresnya 1-2 bulan sekali. Alamat dari usaha ini bertempat di Jl. Indragiri gang 13 RT 4 RW 7.

Tanaman yang ditanam Bapak Sukandar berbagai macam jenis yaitu, bibit sawi daging, sawi bungkuk, selad, andewi, stroberi, dan masih banyak lagi. Pembelian bibit tanaman polybag ini bisa didapatkan di toko-toko pertanian lho! Pupuk yang sering dipakai yaitu Pupuk NPK 16, Rustika. Cara Pemasaran dari tanaman polybag ini biasanya langsung dibeli oleh langganan beliau sendiri, dan juga dikirim oleh pengepul ke Luar Kota seperti ke Lamongan, Gresik, Blitar, Caruban, dan Pengiriman Bibit Sayur biasa dikirim ke Malang. Ternyata penghasilan beliau juga tidak menentu, terkadang Rp. 100.000 -600.000 , dan jika banyak yang beli bisa mencapai Rp. 1.000.000.

Kendala dari usaha Bapak Sukandar ini jika musim hujan berkepanjangan tanaman bisa rusak. Harapan beliau untuk kedepan bisa bertambah banyak langganan, dan semoga semakin lengkap lagi bibit yang selama ini belum ditanam beliau.

Peluang Usaha yang Menjanjikan

Rumah hijau (green house) yang di dalamnya ditanami bunga krisan, mawar, dan peacock rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Tak hanya penduduk Kota Batu saja, melainkan para wisatawan yang melewati kawasan tersebut. Mereka terpikat dengan keindahan bunga krisan yang sengaja terpajang di pinggir jalan. Hal ini seperti terlihat di sepanjang Jl Terusan Metro, Dusun Santreaan Desa Sumberejo. Ada beberapa green house yang menanam bunga krisan, mawar, dan peacock. Salah satunya green house milik Bapak Sholeh. Beliau memulai usaha ini sekitar 4 tahun yang lalu. Pria yang berusia 40 tahun ini menanam bunga yang laris di pasaran.

Dalam memulai usaha ini bapak Sholeh bemodal awal Rp. 15.000.000,- untuk membuat green house, satu green house memiliki luas 200m², sedangkan untuk membeli bibit bunga beliau mengeluarkan modal sekitar Rp. 2.000.000,- . Biasanya Bapak Sholeh memanen bunga-bunga tersebut sekitar 3 sampai 4 bulan. Sekali panen beliau bisa meraup keuntungan Rp. 6.000.000,- sampai Rp. 7.000.000,-

Motivasi Bapak Sholeh memilih budidaya bunga ini karena harga nya selalu stabil tidak naik turun seperti sayur. Hasil panen bunga Bapak Sholeh ini biasanya dikirim ke Bandung, Surabaya, Jakarta, Bali, bahkan Kalimantan. Harapan dari beliau “Semoga yang dikirim bisa puas dengan packing yang rapi, dan semoga kedepannya budidaya bunga ini bisa lancar” dan ternyata Bapak Sholeh ini sudah masuk di Kelompok Tani / ikut serta di aplikasi Among Tani Kota Batu lho .

Kebun jeruk juga bisa diselingi sayuran lho!

Bapak Ngateman beserta istrinya berprofesi sebagai petani dan memiliki lahan kebun seluas 250m2 yang terletak di Jl. Terusan Metro, Dsn Santrean Desa Sumberejo. Ternyata Beliau sudah menekuni dunia pertanian selama 17 tahun. Pohon Jeruk ini baru bisa berbuah ketika berumur 3 tahun, sambil menunggu pohon jeruk berkembang, Bapak Ngateman beserta istri memutuskan untuk menyelingi lahan jeruknya yang kosong dengan menanami sayuran seperti daun prey dan sawi. Dengan ini pendapatan beliau setiap bulannya masih bisa terpenuhi.
Akan tetapi setiap memanen sayur juga tidak selalu mendapat harga yang tinggi, dikarenakan harga pasar yang naik turun tidak stabil seperti bunga. Maka dari itu penghasilannya tidak menentu setiap bulannya. Hasil panen dari lahan Bapak Ngateman ini langsung diambil oleh pengepul sayur, karena tidak ada waktu untuk menjualnya sendiri ke pasar.
Dalam menjalankan usaha apa saja tentunya ada suka dukanya, suka nya dari bercocok tanam ini adalah ketika harga pasar naik dan sayurnya bagus-bagus, dan duka nya ketika harga pasar turun dan sayur banyak yang rusak. Motivasi Bapak Ngateman berprofesi petani ini adalah untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dari keluarganya. Dan Ibu Ngateman Berharap “Semoga Pemerintah dapat membantu petani kecil seperti beliau, agar harga pasaran bisa stabil tidak naik turun” tutur beliau sebelum menutup perbincangan dengan kami.

Dari Desa Kecil pun, Bisa Menembus Pasar Luar Kota

Salah satu Desa Di Kota Wisata Batu yang terkenal dengan wisata petik sayurnya adalah Desa Sumberejo. Desa ini menawarkan wisata petik sayur untuk pengunjungnya, dan disini pengunjung bisa menikmati sejuknya Desa Sumberejo. Tentunya warga di Desa Sumberejo mayoritas bemata pencaharian sebagai Petani. Sehingga dari pertanian pria yang bernama Ahmad Khusaeri ini membuka peluang usaha dengan cara berdagang sayur ke Pasar dan mengirim sayur ke luar kota. Pria yang akrab disapa Saeri ini menggeluti usaha berdagang selama 25 tahun. Usaha ini terletak di Jl.Indragiri Gg Rodeo RT 9 RW 10 Sumberejo. Beliau membuka usaha ini dengan modal awal Rp.1.000.000,-. Dari modal Rp.1.000.000,- beliau bisa meraup untung 15x lipat dari modal awal. Sungguh mencengangkan bukan?. Selain itu, pendapatan beliau per-hari bisa diperkiran mencapai Rp 500.000,-. Hayo siapa yang tidak mau seperti Bapak Saeri?

Awalnya Beliau hanya seorang petani kecil yang selalu menjual hasil panennya ke pengepul. Seiring berjalannya waktu, Bapak Saeri mencoba untuk menjadi pedagang sayur dan menggantikan Ayahnya. Dalam berdagang Beliau biasanya mengambil dari para petani yang ada di Desa Sumberejo. Selain itu, Pria yang memiliki 2 orang anak ini biasa memasarkan dagangannya ke Pasar Karangploso dan mengirimkan dagangannya ke Pasar Malang, Surabaya, dan Pacet Mojokerto.

Tetapi,dibalik kesuksesan Bapak Saeri tentunya ada suka dan dukanya. Sukanya disaat beliau bisa mendapatkan keuntungan banyak dan memilik banyak teman. Dukanya disaat sayuran yang beliau jual tidak habis. Narasumber juga berharap “Semoga usaha saya bisa berkembang lebih besar lagi”. Tutur Beliau untuk menutup wawancara dengan saya.

Ketatnya Persaingan Usaha di Bidang Otomotif

IMG_20180404_092843

Perkembangan dunia otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Lihat saja jumlah sepeda motor dan mobil yang semakin banyak, tentunya ini bisa menjadi salah satu peluang usaha bagi mereka yang jeli memanfaatkannya. Bisnis otomotif tidak harus besar, yang penting hasilnya menguntungkan dan jangka panjang. Beberapa usaha yang bisa dimanfaatkan di bidang otomotif adalah jasa bengkel dan spare part, jasa cuci motor/mobil, menjual perlengkapan kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi. Salah satunya pria yang ahli dalam bidang otomotif beliau adalah Bapak Sugiono. Beliau mendirikan usaha ini sekitar 16 tahun yang lalu. Usaha yang dirintisnya merupakan usaha keluarga (usaha milik sendiri). Beliau dan Istrinya mendirikan usaha tersebut dengan modal awal Rp. 1.000.000,-. Dari modal tersebut beliau bisa membelajakan alat-alat untuk memperbaiki sepeda motor.

IMG_20180404_093752.jpg

Usaha milik Bapak Sugiono ini terletak di Jl.Indragiri Gg 3, RT 4 RW 8. Pria yang hobby di bidang otomotif ini memilih membuka usaha bengkel motor karena keahliannya dalam memperbaiki sepeda motor. Selain itu, usaha ini cukup menjanjikan karena dalam sehari bisa mendapatkan keuntungan Rp. 100.000,- sampai Rp.200.000,-. Coba kalian bayangkan dalam satu hari saja beliau bisa mendapatkan keuntungan sebanyak itu, jika dalam satu bulan sudah berapa banyak uang yang beliau kumpulkan?. Kunci dari kesuksesan usaha bengkel tersebut adalah beliau mematok harga yang tidak terlalu mahal dan pelayanan terbaik.

IMG_20180404_092830.jpg

Dibalik keusksesan Usaha Bengkel ini tentunya ada suka dan duka. Sukanya disaat beliau mendapatkan banyak servisan sepeda motor. Dukanya disaat beliau mendapatkan servisan sepeda motor yang sulit dan membutuhkan bejam jam untuk membenakan motor tersebut. Di sisi lain Beliau berharap “Agar usaha saya kedepannya lebih berkembang dan bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan usaha dibidang otomotif ”. Tutur beliau untuk menutup perbincangan dengan saya